Tuesday, June 18, 2013

Definisi

Sakit Kepala tension adalah sakit kepala yang tersebar di seluruh bagian kepala, bisa dalam derajat ringan sampai sedang, biasa dideskripsikan sebagai kepala terasa seperti terikat kuat.

Sakit kepala tension ini adalah jenis sakit kepala yg paling sering dialami seseorang, dan penyebabnya sendiri belum diketahui.

Sakit kepala tension dapat dirasakan sebagai akibat kontraksi otot kepala, namun para ahli menyebutkan bukanlah kontraksi otot kepala sebagai penyebab.

Berbagai pengobatan untuk sakit kepala tension ini sudah banyak ditemukan. Yang penting dalam penatalaksanaan sakit kepala tension ini adalah bagaimana membina perilaku yg sehat, mencari terapi efektif dan menggunakan obat-obatan seperlunya.

Gejala

Gejala dan tanda sakit kepala tension berupa:
  1. Perasaan nyeri tumpul di kepala

  2. Perasaan seperti tertekan atau terikat kuat di sekeliling kepala

  3. Nyeri tekan di kepala, leher dan bahu

  4. Hilang nafsu makan

Sakit kepala tension bisa berlangsung selm 30 menit sampai 1 minggu. Serangan nyeri bisa hilang timbul atau terus menerus. Jika anda terserang sakit kepala > 15 hari dalam sebulan dan berlangsung 3 bulan berturut-turut, sakit kepala anda sudah bisa dikategorikan kronis. Jika serangan sakit kepala <15 hari dalam sebulan maka sakit kepala anda dikategorikan episodik. Jika serangan episodik ini sering terjadi, biasanya akan menjadi kronis.

Derajat nyeri pada sakit kepala tipe tension ini bisa ringan sampai sedang. Berat ringannya penyakit berbeda-beda pada setiap orang dan derajat nyeri bisa dirasakan bervariasi pada orang yg sama.

Terkadang sulit membedakan sakit kepala tension dengan migraine. Namun berbeda dg migraine, sakit kepala tension tidak berkaitan dg gangguan penglihatan, mual, muntah, nyeri perut, kelemahan / kelumpuhan 1 sisi badan, ataupun gangguan bicara. Aktifitas fisik dapat memperburuk migraine, sendangkan pada sakit kepala tension tidak. Peningkatkan kepekaan terhadap cahaya dan suara bisa terjadi pada sakit kepala tension,namun tidak selalu terjadi.

Saatnya anda ke Dokter


Konsultasikan sakit kepala anda ke dokter

Buat janji dg dokter pribadi Anda jika anda mengalami sakit kepala tension yg dirasakan menganggu kehidupan anda atau anda perlu minum obat penghilang sakit kepala >2 kali seminggu. Bahkan meski anda sudah pernah mengalami sakit kepala sebelumnya, namun jika sakit kepala kali ini dirasakan lebih berat dari biasanyaatau pola sakit kepala dirasakan berubah, anda perlu segera konsultasi ke dokter. Kadang kala Sakit kepala bisa mengindikasikan adanya penyakit yg serius seperti tumor di otak atau pecahnya pembuluh darah otak yg mengalami aneurysma(pelebaran abnormal).

Jika anda mengalami hal-hal seperti di bawah ini, segera pergi ke Unit Gawat Darurat :

  1. Sakit kepala berat dan hebat, serta terjadi secara tiba-tiba.

  2. Sakit kepala disertai demam, kaku leher, gangguan kesadaran, kejang, penglihatan ganda, kelumpuhan dan kesemutan serta kesulitan berbicara.

  3. Sakit kepala yg terjadi paska trauma kepala, terutama jika sakit kepala terasa hebat

  4. Sakit kepala kronis yg bisa tercetus pada saat batuk, beraktifitas berat, mengejan, atau pada saat gerakan yg tiba-tiba.

Penyebab

Penyebab pasti sakit kepala tension belum diketahui. Dulu para ahli berpendapat sakit kepala tension disebabkan oleh kontraksi otot di kepala, leher dan wajah akibat peningkatan emosi, ketegangan dan stres. Namun penelitian akhir-akhir ini menemukan bahwa tidak ada peningkatan kontraksi otot kepala pada penderita sakit kepala tension yg diamati.

Teori yg paling sering dipakai sebagai penyebab sakit kepala tension adalah adanya gangguan hantaran sinyal sensorik ke otak yg didemonstrasikan dengan peningkatan sensitifitas nyeri di otak. Misalnya pada penderita sakit kepala tension biasanya terjadi peningkatan sensitivitas nyeri di kulit kepala sebagai akibat aktifitas yg berlebihan pada reseptor saraf nyeri.

Faktor Pencetus

Ada beberapa factor yg juga mencetuskan terjadinya sakit kepala:

  1. Depresi dan kecemasan

  2. stres

  3. gangguan postur tubuh

  4. bekerja pada posisi yg tidak nyaman atau berada di posisi tertentu dalam kurun waktu yg lama

  5. kebiasaan menggertakan rahang

Siapa yang beresiko terkena

Faktor Resiko
  1. Wanita lebih sering mengalami sakit kepala tension daripada laki-laki. Berdasarkan satu studi epidemiologi, sekitar 90% pernah mengalami sakit kepala tension sepanjang hidupnya, sedangkan laki-laki 70% nya.

  2. Usia setengah baya. Insidensi sakit kepala tension paling tinggi pada usia 40-an, meskipun tidak dipungkiri siapa saja bisa mengalaminya.

Komplikasi

Komplikasi

Karena insidensi Sakit kepala tension ini tergolong sering, akibatnya terhadap kualitas hidup dan produktivitas kerja cukup besar. Sakit kepala yg sering dialami seseorang membuat anda tidak merasa nyaman untuk menghadiri aktivitas dalam keluarga dan social. Anda pasti akan lebih memilih istirahat di rumah atau jika anda harus bekerja, kualitas kerja anda akan menurun.

Persiapan ke dokter

Mula-mula anda pasti akan mencari bantuan medis dari dokter keluarga atau dokter langganan anda, atau anda kemungkinan akan dirujuk ke spesialis saraf yg adalah ahli dalam penanganan sakit kepala tension.

Hal-hal yg perlu dan bisa anda persiapkan sebelum ke dokter, sbb :

  1. Catat semua gejala yg anda rasakan, termasuk gejala yg nampaknya tidak berhubungan dg sakit kepala anda.

  2. Tuliskan jg informasi ttg diri anda, termasuk perubahan hidup yg anda alami akhir-akhir ini atau stress yg anda rasakan saat ini.

  3. Catat pula obat-obatan yg anda minum, termasuk vitamin dan suplemen.

  4. Tulis jg pertanyaan yg akan ditanyakan ke dokter anda nanti agar tidak ada yg terlupa.

Beberapa pertanyaan yg bisa ditanyakan kepada dokter anda adalah sbb :

  1. Sakit kepala tipe apakah yg saya alami?

  2. Pemeriksaan apa yg perlu saya jalani?Apa gunanya?

  3. Apakah kondisi saya bersifat sementara atau kronis?

  4. Pengobatan apa saja yg ada?Mana yg dokter rekomendasikan?

  5. Apa saja alternative yg bisa dilakukan pertama kali untuk mengatasi penyakit saya?

  6. Jika anda menderita penyakit lain, tanyakan bagaimana mengatur pengoobatannya secara bersamaan?

  7. Apakah ada pantangan yg harus saya jalankan?

  8. Apakah saya perlu dirujuk ke spesialis?

  9. Apakah ada obat generic yg bisa diresepkan untuk saya?

  10. Apakah ada efek samping obat yg diberikan pada saya nanti?

  11. Apakah ada brosur/leaflet yg bisa saya bawa pulang yg berkaitan dg penyakit saya?Atau apakah ada website yg dokter rekomendasikan?

Hal-hal yg biasa ditanyakan Dokter anda nanti :

  1. Kapan pertama kali anda merasakan sakit kepala anda?

  2. Apakah anda mengetahui pencetus yg menyebabkan sakit kepala anda misalnya stress atau ketika anda lupa makan?

  3. Apakah sakit kepala anda hilang timbul atau dirasakan terus menerus?

  4. Seberapa berat sakit kepala anda?

  5. Berapa lama serangan sakit kepala anda berlangsung?

  6. Seberapa sering serangan sakit kepala anda berlangsung?

  7. Apa saja yg memperburuk sakit kepala anda?

  8. Apa saja yg mengurangi sakit kepala anda?

Untuk sementara waktu sebelum anda ke dokter, anda bisa meminum obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol, ibuprofen, neuralgin untuk membantu menghilangkan rasa sakit kepala sementara waktu.

Headache Diary

Buat Catatan harian untuk sakit kepala anda. Hal ini sangat membantu dalam mengatasi sakit kepala anda di kemudian hari. Hal-hal yg perlu dicatat disini adalah:
  1. Tanggal dan jam setiap anda mengalami sakit kepala

  2. Durasi serangan sakit kepala

  3. Beri angka untuk setiap Intensitas sakit kepala yg anda rasakan, Gunakan skala 0-10,jika 0 adalah bebas sakit dan 10 adalah sakit yg paling hebat

  4. factor pencetus yg menyebabkan timbulnya sakit kepala anda, seperti makanan tertentu, aktivitas fisik tertentu, suara bising, asap rokok, cahaya yg terang, siklus menstruasi, perubahan suhu atau tekanan udara, bau-bauan yg tajam, atau kelebihan tidur.

  5. gejala yg terjadi sebelum sakit kepala

  6. Obat-obatan yg pernah dan sedang diminum beserta dosisnya

  7. Kapan saja anda merasa sedikit atau sakit kepala hilang sama sekali.

Apa yang akan dilakukan dokter anda

Jika sakit kepala anda terjadi berulang/ sering kambuh, dokter akan menganalisa sakit kepala anda melalui deskripsi gejala yg anda kemukakan seperti :
  1. Dokter akan mengenali karakteristik sakit kepala yg anda alami dg menanyakan apakah sakit kepala anda berdenyut-denyut atau terasa konstan dan tumpul atau terasa tajam/menusuk-nusuk?

  2. Dokter akan menanyakan seberapa hebat sakit kepala yg anda alami, apakah sampai mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari atau bahkan membuat anda tidak bisa tidur sama sekali?

  3. Dokter akan menanyakan lokasi sakit kepala terutama dirasakan di bagian kepala sebelah mana, sekeliling kepala atau satu sisi kepala, atau hanya di dahi depan / di belakan bola mata?

Semua informasi tersebut bisa membantu dokter untuk menentukan terapi yg tepat untuk sakit kepala anda. Apabila sakit kepala anda bukanlah sakit kepala yg biasa, dokter akan menganjurkan anda menjalani pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya tumor otak ataupun pelebaran pembuluh darah otak. Beberapa alternative pemeriksaan yg anda bisa jalani untuk membantu dokter mendiagnosa penyakit anda:

  1. CT Scan Kepala. Pemeriksaan ini untuk mengevaluasi keadaan otak menggunakan sinar X

  2. MRI Kepala. Pemeriksaan ini relative lebih mahal namun hasil gambaran otak lebih jelas dan detail terlihat.MRI menggunakan energy magnet sehingga bebas radiasi.

Solusi dan terapi

Umumnya penderita sakit kepala bisa mengobati sakit kepalanya dg minum obat-obat yg dijual bebas dipasaran seperti paracetamol, ibuprofen, neuralgin, dsb. Namun jika sakit kepala terjadi berulang-ulang dan penderita tidak mengkonsultasikannya ke dokter melainkan hanya minum obat saja, justru bisa terjadi sakit kepala yg semakin berat akibat penggunaan obat yg berlebihan.

Oleh karena itu penting untuk diketahui obat-obat yg biasa dipakai untuk mengatasi serangan sakit kepala,baik yg perlu menggunakan resep dokter maupun yg dijual bebas, sbb:

  1. Pereda nyeri. Obat pereda nyeri yang dijual bebas di pasaran biasanya menjadi pilihan utama untuk meredakan sakit kepala,seperti : paracetamol,neuralgin,ibuprofen dsb. Namun untuk sakit kepala tension,penggunaan paracetamol biasanya kurang efektif meredakan sakit kepala,bahkan cenderung terjadi penggunaan yg berlebihan yg bisa mendatangkan efeksamping yg tidak diinginkan dan sakit kepala bertambah berat.

  2. Kombinasi berbagai obat dalam 1 kemasan. Paracetamol/acetaminofen, metampiron dan aspirin biasanya dikombinasikan dengan kafein atau obat penenang untuk meredakan sakit kepala. Kombinasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektifitas kerja obat. Namun obat-obatan yang mengandung penenang harus dengan resep dokter(dalam pengawasan dokter) karena bisa menyebabkan adiksi dan menyebabkan sakit kepala harian yg kronis

  3. Triptans. Obat ini dikhususkan jika anda mengalami migrain sekaligus sakit kepala tension karena triptans bisa mengatasi keduanya. Namun obat ini disediakan dalam bentuk suntik, oleh karenanya dipakai apabila anda sudah mengalami sakit kepala kronis.

Perlu diingat!! Obat pereda sakit kepala tidak dapat menyembuhkan sakit kepala anda,obat tersebut hanya membantu meredakan gejala sementara. Jika dikonsumsi dalam jangka waktu yg lama, justru malah mengurangi efektifitas dan justru menyebabkan sakit kepala yg lebih berat. Agar terhindar dari sakit kepala akibat mengkonsumsi obat, jangan menggunakan lebih dari 9 hari dalam sebulan. Setiap obat memiliki efek samping. Jika anda mengkonsumsi obat meskipun yg dijual bebas,anda perlu mendiskusikan dengan dokter anda apa resiko dan manfaat dari obat tersebut. Sebagai tambahan, obat pereda sakit kepala bukanlah pengganti solusi masalah/pencetus yg menyebabkan anda sakit kepala.

Obat Pencegahan

Beberapa obat bisa dikonsumsi dalam waktu tertentu untuk mengurangi kekambuhan dan beratnya sakit kepala. Dokter anda akan meresepkan obat tersebut apabila anda sering mengalami sakit kepala tension atau apabila sakit kepala anda tidak bisa reda dengan pbat pereda nyeri biasa dan juga tidak reda dg terapi tanpa obat yaitu dengan manajemen stress.

Dokter juga mungkin meresepkan obat pencegah sakit kepala apabila sakit kepala anda sangat berat dan menyebabkan anda tidak bisa berkatifitas apapun dan anda sudah sering menggunakan obat pereda sakit kepala biasa secara berlebihan, atau pun jika anda tidak bisa mengkonsumsi pereda sakit kepala karena kondisi penyakit yg lainnya.

Obat pencegah sakit kepala yg biasa diresepkan adalah golongan anti depresi. Obat ini efektif terutama jika sakit kepala anda sudah kronis. Namun obat ini bukanlah pereda nyeri. Obat ini berkerja dg cara menstabilkan zat kimia dalam otak anda seperti serotonin yg berperan menimbulkan sakit kepala. Obat ini tidak hanya diperuntukkan untuk orang-orang yg depresi saja.

Berikut contoh obat pencegah sakit kepala :

  1. Trisiklik antidepresan, misalnya amitriptylin,nortritylin. Obat ini efektif untuk sakit kepala kronis, efek samping yg paling umum terjadi adalah peningkatan berat badan,mengatuk dan mulut kering.

  2. Selektif serotonin Reuptake inhibitor (SSRI),misalnya paroxetine,venlafaxine.fluoxetine. Efek samping nya lebih sedikit dari pada trisiklik antidepresan namun tidak dianjurkan untuk mengobatai sakit kepala tension.

  3. Anti kejang dan obat pelemas otot, topiramate dan gabapentine, tizanidine. Obat ini bisa menjadi pilihan untuk mencegah sakit kepala tension.

Obat pencegah sakit kepala memerlukan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-ulan untuk efektif bekerja. Janganlah lekas pututs asa jika belum ada perbaikan dalam waktu yg cepat. Jadi berhati-hatilah dalam menggunakan obat pereda sakit kepala dan juga kafein yg biasanya dipakai untuk meredakan sakit kepala seketika, karena obat tersebut justru bisa mnegurangi efektifitas obat pencegah sakit kepala.

Untuk mencapai efektifitas optimal dari obat pencegah sakit kepala, anda perlu meminimalisir penggunaan obat pereda sakit kepala. Dokter akan memonitor perkembangan pengobatan anda dan kerja obat pencegah yg anda gunakan. Jika sakit kepala anda sudah bisa dikontrol, dosis bisa dikurangi secara bertahap.

Home   |   Sakit Kepala   |   Migrain   |   Hidup Sehat   |   Forum Diskusi   |   Survey
Copyright 2011 by Komunitas Bebas Sakit Kepala.