Saturday, May 25, 2013

Apa itu Chronic Daily Headache?

Chronic Daily Headache (CDH)adalah sakit kepala yang dialami seseorang setiap harinya secara terus menerus. Adalah lumrah apabila hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala dalam hidupnya,namun tidak setiap hari. Jika anda mengalami sakit kepala terus menerus bisa sampai bertahun-tahun dan sangat mengganggu kehidupan anda, anda sudah dikategorikan mengalami Chronic daily headache(CDH). Sakit kepala pada CDH ini bisa bervariasi bentuknya. Bisa merupakan gabungan antara sakit kepala tension dan migrain. Oleh karena sifat CDH ini sangatlah mengganggu kualitas kehidupan penderitanya, makan pengobatannya mesti seoptimal mungkin dan membutuhkan kerjasama yg baik antara dokter, pasien dan dukungan keluarga. Pengobatan CDH bertujuan untuk mengurangi derajat sakit kepala dan menurunkan frekuensi kejadian CDH.


Bagaimana gejalanya?

GEJALA:

Seperti yg sudah dijelaskan sebelumnya, Sakit kepala yg termasuk CDH adalah sakit kepala yg minimal terjadi dalam 15 hari berturut-turut dalam 3 bulan terakhir dengan syarat tidak ada penyakit lain sebagai penyebab dasarnya.

CDH diklasifikasikan dari berapa lamanya sakit kepala berlangsung, apakah > 4 jam atau < 4 jam. Yang paling sering terjadi adalah durasi serangan yg >4 jam untuk 1 kali serangan sakit kepala.

Ada beberapa jenis CDH :

  1. Migrain Kronis

  2. Sakit kepala tension kronis

  3. Sakit kepala persistent harian

  4. Hemicrania continua


Saatnya anda pergi ke dokter

Sakit kepala yang dirasakan sesekali adalah hal yg biasa. Namun jangan remehkan sakit kepala tersebut. Segera konsultasi ke dokter, terutama apabila anda mengalami hal-hal sebagai berikut :
  1. Jika sakit kepala dirasakan >2 kali dalam seminggu

  2. Anda perlu minum obat pereda sakit kepala setiap harinya

  3. Anda mengkonsumsi dosis yg lebih besar dari biasanya untuk bisa meredakan sakit kepala anda.

  4. Pola sakit kepala anda berubah dari biasanya

  5. Sakit kepala anda terasa kian memburuk.

Sakit kepala dikategorikan butuh penanganan segera apabila :

  1. terasa sangat mendadak dan berat

  2. disertai dengan demam,kaku kuduk, penurunan kesadaran,kejang,penglihatan ganda,kelemahan fisik,kesemutan atau kesulitan berbicara.

  3. Terjadi setelah anda mengalami trauma kepala/cedera kepala

  4. sakit kepala terasa bertambah buruk meski sudah minum obat dan istirahat


Penyebabnya

Penyebab CDH belum dapat ditemukan dengan pasti. CDH primer memanglah tidak memiliki penyebab khusus. CDH bisa terjadi jika :
  1. Anda menjadi lebih sensitif terhadap respon nyeri.

  2. Bagian penekan nyeri di otak anda kurang berfungsi dengan baik.


Sakit kepala yg memiliki frekuensi yg tinggi bisa disebabkan oleh penyakit-penyakit berikut:

  1. Peradangan atau gangguan pembuluh darah otak, termasuk didalamnya penyakit stroke

  2. Infeksi selaput otak (meningitis)

  3. Tekanan dalam otak terlalu rendah atau tinggi

  4. Tumor otak

  5. Cedera kepala yg menyebabkan kerusakan otak

  6. Rebound headache akibat Obat-obatan pereda sakit kepala yg digunakan secara berlebihan dan terlalu sering (>3 hari dalam seminggu)

Faktor resiko

Berbagai faktor bisa meningkatkan resiko terjadinya serangan sakit kepala yg lebih sering seperti:
  1. Kecemasan

  2. Depresi

  3. gangguan tidur

  4. Obesitas/kegemukan

  5. Tidur mengorok

  6. Penggunaan kafein berlebihan

  7. Penggunaan obat pereda sakit yg berlebihan

  8. Postur tubuh yg salah selama beraktifitas harian yg bisa menyebabkan kaku otot leher dan kepala

Komplikasi

Komplikasi paling sering pada penderita CDH adalah depresi, kecemasan,gangguan tidur dan masalah-masalah fisik dan psikis lainnya. Hal ini membuat suatu lingkaran sebab akibat yg saling berkaitan. Disatu sisi kecemasan,depresi dan gangguan tidur merupakan faktor resiko terjadinya CDH, di satu sisi lain hal-hal tersebut merupakan kondisi yg bisa menjadi akibat dari CDH.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan

Setelah mendapatkan keterangan dari anda, dokter juga akan melakukan pemeriksaan teliti yg dibutuhkan untuk menegakkan diagnosa untuk kondisi anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik tubuh anda untuk mencari apakah anda tada-tanda peradangan, infeksi dan gangguan persarafan. Jika diperlukan pemeriksaan lain seperti pemeriksaan laboratorium terhadap urine/air seni anda, darah, Roentgen, CT Scan atau MRI bisa dijadikan alat penunjang untuk mendeteksi penyebab dan kondisi medis anda saat itu.

Persiapkan diri sebelum ke dokter

Pada beberapa kasus CDH, anda mungkin bisa langsung dirujuk ke dokter spesialis neurologi (saraf). Namun anda perlu mempersiapkan diri anda sebelum ke dokter spesialis agar waktu kunjungan lebih efektif dan efisien.

Berikut adalah beberapa informasi yg bisa anda catat sebelum pergi berkonsultasi ke dokter:

Yang bisa anda persiapkan:

  1. Mencatat setiap gejala yg anda alami. Buatlah catatan setiap anda mengalami sakit kepala,kapan waktunya,durasinya,bagaimana bentuknya, apakah dicetuskan sesuatu,termasuk apa yg baru anda minum/makan sebelum gejala muncul,dan obat-obatan apa saja yg anda minum selama ini. Keterangan dari anda sangatlah bermanfaat bagi dokter untuk mendiagnosa dengan tepat kondisi yg anda alami.

  2. Jangan lupa menuliskan pula hal-hal pribadi yg mungkin berhubungan dengan gejala yg anda alami termasuk stress akhir-akhir ini,peristiwa penting dalam hidup anda yg pernah anda alami dsb.

  3. Patuhi larangan makanan yg disarankan dokter sebelumnya.

  4. Ajak salah satu teman atau keluarga menemani anda selama berkonsultasi agar tidak ada hal yg terlupa.

  5. Catat pula pertanyaan apa saja yg ingin anda tanyakan ke dokter agar tidak terlupa.

Berikut adalah pertanyaan yg mungkin bisa anda tanyakan ketika kunjungan ke dokter :

  1. Apa yg mungkin menjadi penyebab kondisi yg anda alami?

  2. Pemeriksaan apa saja yg diperlukan ?

  3. Apakah kondisi saya hanya sementara atau bisa berlangsung kronis?

  4. Jenis pengobatan apa yg bisa saya lakukan dan mana yg dokter paling rekomendasikan?

  5. Apa saja pilihan yg bisa saya lakukan di awal pengobatan saya?

  6. Dengan kondisi saya saat ini ( jika anda mederita suatu penyakit lainnya sebelumnya) apakah tidak ada masalah jika pengobatan dilakukan bersamaan?

  7. Apakah anda pantangan makanan atau larangan yg harus saya patuhi?

  8. Apakah obat yg diresepkan ada generiknya?

  9. Apakah ada website acuan yg bisa menambah wawasan saya tentang kondisi saya?

Janganlah ragu-ragu bertanya kepada dokter saat anda berkonsultasi. Begitu pun dokter akan menanyakan berbagai hal yg berkaitan dengan informasi penting untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yg tepat untuk anda. Hal-hal yg mungkin ditanyakan dokter adalah sebagai berikut:

  1. Kapan gejala anda muncul?

  2. Apakah sakit kepala berlangsung terus menerus atau sewaktu-waktu?

  3. Seberapa berat derajat sakit kepala anda?

  4. Apa saja yg bisa meringankan gejala anda?

  5. Apa saja pula yg bisa memperberat gejala anda?

Sementara waktu,sakit kepala anda bisa diredakan dengan cara :

  1. Hindari aktifitas yg bisa memperparah sakit kepala anda

  2. Minum obat pereda sakit kepala seperti neuralgin,paracetamol,ibuprofen dsb. Namun jangan minum >3 kali seminggu.

Terapi dan obat

Pengobatan difokuskan pada mengatasi/mengobati penyebab sakit kepala anda. Dengan demikian,frekuensi sakit kepala akan berkurang. Apabila tidak ditemukan adanya penyakit yg mendasarinya, pengobatan bertujuan untuk mencegah serangan sakit kepala.

Pencegahan bisa dengan berbagai cara, tergantung jenis sakit kepala yg dialami dan apakah ada akibat dari penggunaan obat pereda sakit kepala yg tidak tepat. Jika anda minum obat pereda sakit kepala >3 kali seminggu, langkah pertama yg harus anda lakukan adalah menghentikan sementara penggunaan obat tsb. Untuk terapi pencegahan, obat-obat yg direkomendasikan dokter biasanya sebagai berikut :

  1. Antidepresan. Perlu diingat, penggunaan antidepresan ini digunakan bukan untuk mengobati depresi, tapi untuk sakit kepala anda. Anda tidak perlu menderita depresi untuk mendapatkan resep obat antidepresan. Efek dari obat antidepresan adalah melancarkan aliran darah ke otak, sehingga bermanfaat untuk meredakan sakit kepala. Selain itu antidepresan juga bisa membantu anda mengatasi gangguan tidur dan kecemasan akibat sakit kepala yg berkepanjangan. Jenis antidepresan yg biasa diresepkan dokter adalah golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor)

  2. Beta bloker. Obat ini biasanya juga dipakai untuk menurunkan tekanan darah tinggi, namun bisa juga dipakai untuk mengatasi migrain yg terjadi sewaktu-waktu. Obat betabloker seperti atenolol,propanolol,metoprolol. Betabloker juga bisa diresepkan bersamaan dengan antidepresan untuk meningkatkan efektifitas kerja obat.

  3. Anti kejang. Beberapa obat anti kejang bisa digunakan untuk mencegah migrain sekaligus mencegah Chronic Daily Headache. Contoh obat anti kejang adalah golongan gabapentin,topiramate, dan natrium divalproat.

  4. NSAID (Non Steroid Anti-Inflammatory Drugs) merupakan obat anti peradangan non steroid. Contoh obat-obat NSAID adalah neuralgin. Neuralgin mengandung Metampiron sekaligus kafein dan vitamin B yg bisa meningkatkan efektifitas kerja dalam meredakan sakit kepala dan migrain. Namun sebaiknya digunakan sesuai aturan.

  5. Botox ( Botulinum Toxin). Botox tipe A bisa digunakan untuk meredakan sakit pada beberapa orang, juga dipakai untuk orang yg tidak bisa mentolerir obat analgesik lainnya dengan baik.

Namun sangat disayangkan beberapa CDH sulit diredakan dengan obat-obatan.

Home   |   Sakit Kepala   |   Migrain   |   Hidup Sehat   |   Forum Diskusi   |   Survey
Copyright 2011 by Komunitas Bebas Sakit Kepala.