Tuesday, June 18, 2013

Definisi

Migrain dengan aura merupakan migrain yg diawali atau diserti dengan berbagai gejala sensorik sebagai penanda akan terjadinya migrain beberapa saat kemudian. Gejala / tanda yg biasanya dirasakan berupa kilatan cahaya, adanya gangguan penglihatan di lapangan pandang tertentu, atau rasa kesemutan di tangan atau wajah.

Pengobatan Migrain yg disertai aura pada dasarnya sama dg migrain tanpa disertai aura. Obat-obatan dan perlakuan terapi yg digunakan untuk mencegah migrain pun kurang lebih sama dengan migrain yg tidak disertai aura.

Bagaimana gejalanya?

Gejala aura yg bisa terjadi diantaranya adalah gangguan penglihatan dan sensorik lainnya yg terjadi mengawali serangan migrain seperti sakit kepala yg hebat dan terus menerus disertai muntah,dan sensitif terhadap suara dan cahaya. Biasanya aura terjadi dalam 1 jam sebelum migrain hingga kurang dari 1 jam setelah migrain terjadi. Terkadang justru aura bisa terjadi tanpa diikuti dengan migrain atau hanya sebatas migrain ringan.

Berikut gangguan penglihatan yg mungkin merupakan aura migrain :

  1. Adanya blind spot atau bintik buta pada lapangan pandang, biasanya berbentuk geometris sederhana seperti bulat, kotak dsb

  2. Gambaran adanya garis zigzag yg mengambang di lapangan pandang

  3. kelap kelip cahaya atau seperti melihat bintang-bintang

  4. Perubahan dalam penglihatan

  5. Kilatan cahaya

Gangguan penglihatan ini biasanya dimulai dari lapang pandang tengah lalu berangsur ke arah tepi dan menyebar.

Gangguan sensorik lainnya yg bisa menjadi aura anda:

  1. Rasa kesemutan di salah satu tangan,atau wajah

  2. Sulit berbicara atau berbahasa

  3. Kelemahan otot tubuh

Saatnya anda pergi ke dokter

Kapan anda perlu berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala migrain yg disertai aura ini?

Jika anda mengalami gejala seperti kehilangan penglihatan sementara, atau melihat adanya benda asing (berupa titik atau garis zigzag) melayang-layang di lapangan pandang anda, segeralah menemui dokter anda dan konsultasikan apa yg anda rasakan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit yg serius seperti stroke atau robekan retina. Jika kemungkinan penyakit-penyakit tersebut telah disingkirkan, anda tidak perlu terlalu kawatir jika mengalami gejala demikian di kemudian hari, terkecuali jika gejala yg anda rasakan berbeda di kemudian hari.

Penyebab dan faktor pencetus

Penyebab migrain dengan aura belum dapat dimengerti dengan jelas. Para ahli meyakini bahwa adanya gejala aura pada penglihatan anda yg menyertai migrain anda merupakan hasil mekanisme gelombang elektrik /kimiawi yg melewati bagian otak yg mengatur persarafan penglihatan. Seiring dengan penyebaran gelombang tersebut, anda bisa mengalami halusinasi.

Faktor pencetus migrain yg tidak disertai aura juga menjadi faktor pencetus migrain dengan aura ini.

Misalnya stress, cahaya yg terlalu terang, kelelahan, dan perubahan pola tidur.

Jadi tidak ada faktor khusus yg bisa menentukan apakah anda akan mengalami migrain dengan atau tanpa aura. Namun jika anda memiliki riwayat keluarga yg mengalami migrain,bisa jadi hal tersebut berperan dalam migrain yg dialami oleh anda.

Migrain juga lebih cenderung banyak dialami oleh wanita daripada pria.

Komplikasi

Penelitian menyebutkan bahwa orang yg mengalami migrain yg disertai aura sedikit lebih beresiko tinggi terkena stroke.

Dibandingkan pria, wanita yg sering mengalami migrain dengan aura nampaknya lebih rentan terkena stroke apabila mereka juga memiliki kebiasaan merokok atau minum pil KB.

Persiapkan diri anda sebelum ke dokter

Persiapkan diri anda sebelum ke dokter

Jika anda mengalami gangguan penglihatan atau sensorik, segeralah berkonsultasi ke dokter keluarga anda atau ke dokter langganan anda untuk dievaluasi apakah gangguan penglihatan tersebut merupaka aura migrain ataukah ada penyakit yg berbeda. Jika dianggap perlu oleh dokter anda,anda akan dirujuk ke dokter spesialis saraf yg memang ahli dalam hal migrain yang disertai aura.

Berikut adalah beberapa informasi yg bisa anda catat sebelum pergi berkonsultasi ke dokter:

Yang bisa anda persiapkan:

  1. Mencatat setiap gejala yg anda alami. Buatlah catatan setiap anda mengalami gangguan visual,kapan waktunya,durasinya,bagaimana bentuk gangguannya, apakah dicetuskan sesuatu,termasuk apa yg baru anda minum/makan sebelum gejala muncul,dan obat-obatan apa saja yg anda minum selama ini. Keterangan dari anda sangatlah bermanfaat bagi dokter untuk mendiagnosa dengan tepat kondisi yg anda alami.

  2. Jangan lupa menuliskan pua hal-hal pribadi yg mungkin berhubungan dengan gejala yg anda alami termasuk stress akhir-akhir ini,peristiwa penting dalam hidup anda yg pernah anda alami dsb.

  3. Catat pula pertanyaan apa saja yg ingin anda tanyakan ke dokter agar tidak terlupa.

Berikut adalah pertanyaan yg mungkin bisa anda tanyakan ketika kunjungan ke dokter :

  1. Apa yg mungkin menjadi penyebab kondisi yg anda alami?

  2. Pemeriksaan apa saja yg diperlukan ?

  3. Apakah kondisi saya hanya sementara atau bisa berlangsung kronis?

  4. Jenis pengobatan apa yg bisa saya lakukan dan mana yg dokter paling rekomendasikan?

  5. Apa saja pilihan yg bisa saya lakukan di awal pengobatan saya?

  6. Dengan kondisi saya saat ini ( jika anda mederita suatu penyakit lainnya sebelumnya) apakah tidak ada masalah jika pengobatan dilakukan bersamaan?

  7. Apakah anda pantangan makanan yg harus saya patuhi?

  8. Apakah obat yg diresepkan ada generiknya?

  9. Apakah ada website acuan yg bisa menambah wawasan saya tentang kondisi saya?

Janganlah ragu-ragu bertanya kepada dokter saat anda berkonsultasi. Begitu pun dokter akan menanyakan berbagai hal yg berkaitan dengan informasi penting untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yg tepat untuk anda. Hal-hal yg mungkin ditanyakan dokter adalah sebagai berikut:

  1. Kapan gejala anda muncul?

  2. Apa bentuk gangguan penglihatan/sensorik yg anda rasakan?

  3. Berapa lama gejala berlangsung setiap kalinya?

  4. Apakah gangguan tersebut diikuti oleh sakit kepala?

  5. Jika anda mengalami sakit kepala, apakah frekuensinya sering ? Dan berapa lama sakit kepala anda berlangsung?

  6. Seberapa berat gejala yg anda alami?

  7. Apa saja yg bisa meringankan gejala anda?

  8. Apa saja pula yg bisa memperberat gejala anda?

Jika anda mengalami gejala dan tanda-tanda yang khas untuk migrain yang disertai dengan aura, anda mungkin memang mengalaminya. Dokter bisa membantu mendiagnosa kondisi anda melalui keterangan anda dan pemeriksaan langsung terhadap kondisi anda.

Namun jika aura tidak diikuti dengan sakit kepala, atau gangguan visual yg anda alami hanya pada 1 mata, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menyingkirkan adanya penyakit lainnya yg lebih serius seperti robekan retina, Stroke iskemik sementara, akibat gangguan sementara dari aliran pembuluh darah ke otak, yg juga mungkin menyebabkan gejala yg sama.

Pemeriksaan tambahan

Pemeriksaan yg bisa dilakukan dokter :
  1. Pemeriksaan mata. Dengan oftalmoskop untuk melihat retina dan dinding dalam belakang bola mata anda.

  2. CT Scan Kepala

  3. MRI Kepala (Magnetic Resonance Imaging)

Jika ada indikasi, dokter anda akan merujuk ke spesialis saraf untuk menyingkirkan ada/tidaknya gangguan saraf otak yg bisa juga menyebabkan gejala yg sama.

Home   |   Sakit Kepala   |   Migrain   |   Hidup Sehat   |   Forum Diskusi   |   Survey
Copyright 2011 by Komunitas Bebas Sakit Kepala.