Wednesday, June 19, 2013

6/14/2012

Bolehkah memberikan obat Sakit Kepala pada Anak?

Anak juga sering mengalami sakit kepala seperti pada orang dewasa. Apalagi mengingat beban tanggung jawab mereka terhadap sekolah kian makin berat. Persaingan akademik,kesibukan dan makin tingginya tuntutan kemajuan ilmu dan pengetahuan yg perlu mereka serap dan pelajari. Beberapa penyakit yg sering diderita anak juga bisa menyebabkan sakit kepala seperti demam, influenza, infeksi saluran pernafasan atas dan sebagainya.

Menjaga kesehatan anak adalah hal yg utama bagi orang tua dan diri si anak sendiri, namun untuk urusan pemilihan pengobatan yg tepat dan benar adalah mayoritas tanggung jawab orang tua. Sebagai orang tua, yg dianggap sudah lebih dewasa untuk menentukan mana pengobatan yg benar dan tepat untuk anak, kita harus lebih mengupdate berbagai informasi yg tepat dan benar tentang obat-obatan yg diperlukan anak saat sakit. Oleh karena itu tidak bisa sembarangan saja memberikan obat orang dewasa kepada anak mengingat ada perbedaan yg jelas dalam hal respon dan pengobatan sakit kepala antara dewasa dan anak. Beberapa obat yg diperuntukkan untuk dewasa tidak diperbolehkan diberikan pada anak karena dapat menimbulakn efek samping yg tidak diharapkan. Aspirin contohnya. Hendaknya aspirin tidak boleh diberikan pada anak <20 tahun mengingat aspirin bisa mengakibatkan sindrom Reye pada anak (penyakit serius yg menyebabkan kerusakan hati dan otak pada anak). Begitu pula dengan obat-obatan yg memerlukan resep dokter. Konsultasikan dahulu dengan dokter anda sebelum memberikan obat dewasa kepada anak,meskipun anda sudah membagi dosisnya separuh atau sepersekiannya dari dosis lazim dewasa, bukan berarti hal tersebut aman dan tepat.

Sakit kepala dan migrain pada anak bisa diredakan sementara dengan obat-obatan yg dijual bebas khusus anak seperti golongan asetaminofen atau ibuprofen. Namun jika sakit kepala tidak membaik meski sudah minum obat pereda sakit kepala tersebut atau justru semakin sering dan memburuk, segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan memberikan obat-obatan dengan resep dokter yg disesuaikan dosis dan aturannya.

Obat-obatan migrain pada anak sampai saat ini masih dalam berbagai penelitian. Sumatriptan merupakan obat resep dokter yg kadang-kadang diresepkan untuk mengobati migrain pada anak. Pada beberapa penelitian,obat tersebut terbukti dapat mengatasi migrain anak, namun sumatriptan belum disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) Amerika sebagai obat migrain untuk anak usia <18 tahun. Kini Beberapa penelitian masih terus dilakukan untuk mencari pengobatan yg tepat untuk migrain pada anak.

Dalam pengobatan terhadap sakit kepala dan migrain anak, obat-obatan dianjurkan diberikan di awal gejala sebelum sakit semakin memburuk. Dokter juga biasanya meresepkan obat golongan NSAID ( analgesik dengan resep dokter ) untuk mengatasi gejala sakit kepala anak dengan dosis yg disesuaikan dan aturan yg jelas. Obat-obatan anti mual juga mungkin diresepkan dokter untuk melengkapi pengobatan migrain anak.

Apabila sakit kepala dan migrain anak diderita hampir setiap hari dan berat hingga mengganggu aktifitas sekolah dan sehari-hari,maka dokter bisa meresepkan obat untuk mencegah migrain sebelum terjadi. Obat-obatan tersebut perlu diminum setiap harinya meskipun sakit kepala tidak dirasakan sebelumnya.

Pengobatan yg sama juga berlaku untuk mengatasi sakit kepala tension/tipe tegang. Asetaminofen dan ibuprofen bisa diberikan untuk meredakan gejala sakit dan mencegahnya.

Berikanlah pengobatan yang aman dan tepat untuk anak anda. Jangan berikan obat pereda sakit yg bebas dijual dipasaran setiap hari pada anak, tanpa pengawasan dokter, sebab jika diberikan terus menerus bisa mengakibatkan sakit kepala yg justru lebih parah. Tanyakan pada dokter anda bagaimana sebaiknya pengobatan yg tepat untuk sakit kepala anak anda.

Berikut adalah beberapa tips yg bisa dijadikan acuan untuk pengobatan sakit kepala anak yg lebih aman:

  1. Berikanlah obat sesuai aturan yg diberikan dokter pada anak anda

  2. Bacalah dan ikutilah instruksi pada label obat. Jangan perbolehkan anak meminum obat sendiri tanpa sepengetahuan anda.

  3. Jangan berikan obat yg berisi aspirin pada anak dg usia < 20 tahun, sebab bisa mencetuskan penyakit sindroma Reye yg berakibat serius.

  4. Jangan mengulang resep obat tanpa sepengetahuan dokter untuk menghindari efek samping yg tidak anda ketahui.

  5. Sebaiknya menyimpan obat dalam kemasan utuh, apabila sdh terbuka di udara bebas, jangan simpan > 3 bulan.

  6. Lihatlah tanggal kadaluarsa dan tampilan fisik obat sebelum memberikan persediaan obat sakit kepala di rumah sebelumnya. Jika anda tidak yakin dengan keterangan obat tersebut dan tampilan fisiknya sdh berubah, hendaknya tidak diberikan pada anak, dan sebaiknya membeli obat yg baru.

Dengan mengikuti aturan yg tertera pada obat anak, maka efek samping yg mungkin timbul bisa dihindarkan.

Home   |   Sakit Kepala   |   Migrain   |   Hidup Sehat   |   Forum Diskusi   |   Survey
Copyright 2011 by Komunitas Bebas Sakit Kepala.